HASIL DAN PEMBAHASAN
- A. Uji Biuret
| No. | Zat Uji | Hasil Uji Biuret | Polipetida (+/-) |
| 1 | Albumin 2 % | Berwarna Ungu | + |
| 2 | Gelatin 2% | Berwarna Violet | + |
| 3 | Kasein 0.5% | Berwarna Ungu | + |
| 4 | Glisin 2% | Berwarna Biru | - |
Polipeptida mempuyai perbedaan dengan protein. Polipeptida mempunyai residu asam amino ≤ 100 dan dan bobot mulekul ≤ 6.000. Sedangkan, pada protein residu asam amnionya ≥ 100 dan bobot mulekulnya ≥ 6.000. Pada praktikum ini, zat uji Glisin menunjukkan hasil negatif dengan indikasi terbentuknya warna biru adalah karena tidak adanya ikatan peptida. Glisin adalah salah satu asam amino esenial dengan rumus bangun NH2—CH2CO2H. Sedangkan pada Albumin, Gelatin dan Kasein rumus bangunya lebih kompleks dan mengikat dua atau lebih asam amino esensial , sehingga terbentuk ikatan peptida.
Berikut gambaran proses pembantukan ikatan peptida :
|
Jadi, ikatan peptida hanya terbentuk apabila ada dua atau lebih asam amino esensial yang bereaksi.
- B. Uji Ninhidrin
| No. | Zat Uji | Hasil Uji Ninhidrin | Asam amino bebas (+/-) |
| 1 | Albumin 2 % | Berwarna Ungu | + |
| 2 | Gelatin 2% | Berwarna Ungu | + |
| 3 | Kasein 0.5% | Bening | - |
| 4 | Pepton 2% | Berwarna Merah Muda | - |
| 5 | Fenilanalina | Berwarna Ungu | + |
Asam amino bebas adalah asam amino dimana gugus aminonya tidak terikat. Pada praktikum di atas, albumin, gelatin, dan fenilanalina membentuk warna ungu kaena dapat bereaksi dengan Ninhidrin. Hal ini menandakan ketiga zat uji tersebut mempunyai gugus asam amino bebas.
Sebaliknya, pada kasein dan pepton tidak diperoleh indikasi terbentuk atau adanya asam amino bebas, karena reaksi dengan ninhidrin tidak berwarna sampai membentuk warna merah muda. Semakin banyak ninhidrin pada zat uji yang dapat bereaksi, semakin pekat warnanya. Hal ini juga mendasari bahwa uji Ninhidrin dapat digunakan untuk menentukan asam amino secara kuantitatif.
- C. Uji Xantoprotein
| No. | Zat Uji | Hasil Uji Xantoprotein | Asam amino berinti benzena (+/-) |
| 1 | Albumin 2 % | Lapisan Jingga | + |
| 2 | Gelatin 2% | Bening | - |
| 3 | Kasein 0.5% | Lapisan Merah | - |
| 4 | Triptofan 2% | Lapisan Kuning Jingga | + |
Ada sebagian peptida dan protein yang mempunyai gugus asam amino berinti benzena. Seperti fenilanalina, tirosin, albumin, riptofan dan lain sebagainya. Pada praktikum di atas, hasil positif pada zat uji albumin dan triptofan mengindikasikan keduanya terdapat inti benzena, yaitu dengan indikasi terbentuknya lapisan jingga atau kuning jingga.
Sedangkan, pada kasein dan gelatin menghasilkan lapisan merah dan bening mengindikasikan negatif. Berikut contoh struktur bangun protein yang berinti benzena :
—CH2CHCO2OH
│
NH2
Feinilanalina
- D. Uji Kelarutan Protein
| No. | Zat Uji | Akuadestilata | HCl 10 % | NaOH 40 % | Alkohol 96 % | Kloroform |
| 1 | Albumin | Larut | Larut | Tidak Larut | Larut | Tidak Larut |
| 2 | Gelatin | Larut | Larut | Tidak Larut | Larut | Tidak Larut |
Protein mempunyai kemampuan untuk larut pada beberapa zat pelarut, karena pada dasarnya ia bersifat amfoter. Pada praktikum di atas, protein (albumin dan gelatin) tidak larut hanya pada NaOH 40 % dan kloroform. Karena, keduanya adalah pelarut lemak.
- E. UJI Penentuan Titik Isoelektrik Protein
| No. Tabung | pH | Pengamatan Endapan, sedikit atau banyak | ||
| 1 | 3.8 | 0; Endapan Banyak | 10; Endapan Banyak | 30; Endapan Banyak |
| 2 | 4.7 | 0; Endapan Sedikit | 10; Endapan Sedikit | 30; Endapan Sedikit |
| 3 | 5.0 | 0; Tidak Ada | 10; Tidak Ada | 30; Tidak Ada |
| 4 | 5.3 | 0; Tidak Ada | 10; Tidak Ada | 30; Tidak Ada |
| 5 | 5.9 | 0; Tidak Ada | 10; Tidak Ada | 30; Tidak Ada |
Setelah dipanaskanm, hasilnya sama dengan hasil semula.
Pada praktikum di atas, semaikn kecil pH buffer asetatnya, semakin banyak endapannya. Karena pH yang kecil dan benyak membantuk endapan berarti selisih muatan listriknya antara yang positif dan negatif sama. Sehingga, tidak dapat bergerak dan membantuk endapan atau warna keruh. Jadi, pada pH 3,8 dan 4,7 sebagai dua pH terkecil dapat membentuk endapan, karena terbentuk muatan negatif dan positif yang sama.
BAB V
KESIMPULAN
- Albumin, Gelatin, Kasein positif Polipetida. Sedangkan, Glisin negatif.
- Pada Albumin, Geltain, Fenilanalin, terdapat asam amino bebas. Sedangkan Kasein dan Pepton tidak.
- Pada Albumin dan Triptofan inti asam aminonya berupa benzena. Sedangkan Gelatin dan Kasein tidak.
- Protein (Albumin dan Gelatin) larut pada akuadestilata, HCl 10 %, dan alkohol 96 %. Dan tidak larut pada NaOH 40 % dan kloroform.
- Semakin kecil pH Buffer asetat pada uji Isoelektrik, semakin banyak endapan yang terbentuk.
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
Jalip, I.S. 2008. Penuntun Praktikum Kimia Organik. Laboratorium Kimia Fakultas Biologi Universitas Nasional. Jakarta.
Robinson, Trevor. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Penerbit ITB. BandungHa