Skip navigation

Tujuan:

untuk mengetahui bentuk susunan sel bakteri dengan pewarnaan latar belakang

Dasar teori:

Prinsip pewarnaan negative adalah mewarnai latar belakang objek atau sel, tidak mewarnai objek. Hasil pemanasan menunjukkan latar belakan tampak hitam gelap dan sel transpran karena sel tidak mampu menyerap sel tersebut. Cara ini banyak digunakan untuk mengetahui morfologi dan ukuran sel serta untuk sel yang sulit terwarnai seperti Spirochaeta.


Alat dan bahan

-objek glass, lampu spirtus , mikroskop

-jarum ose

-Akuades steril

-biakan murni : Staphylococcus aureus, Bacillus subtillis

Cat : nigrosin, tinta india

Cara kerja:

  1. Siapkan 2 objek glass yang bersih dan bebas lemak
  2. Letakkan setetes(kira-kira diameter 3 mm) tinta pada ujung kanan gelas benda pertama
  3. Ambil bikan murni dengan menggunakan jarum ose secara aseptic dan campurkan dengan tinta india tadi
  4. Gelas benda lainnya (gelas benda kedua) membentuk sudut 450 terhadap gelas benda pertama sehingga cairan memenuhi area kontak lalu dorong dengan cepat gelas benda kedua kea rah ujung kiri gelas benda kedua tipis merata
  5. Kering udarakan dan jangan di fiksasi!!!
  6. Amatai preparat dengan perbesaran kuat dengan menggunakan minyak imersi
  7. Gambar hasil pengecatan

Pembahasan :

  1. Sebutkan factor-fator yang mempengaruhi pengecatan negatif?

Jawab: smear, umur bakteri, preparat belum kering udara benar,

  1. Jelaskan mengapa pewarnaan negative berguna untuk pengukuran sel?

Jawab: karena pada pewarnaan negative sel akan terlihat lebih jelas karena sel berwarna transparan dan backgroundnya(latar belakang) berwarna hitam.

  1. Jelaskan mengapa disebut pewarnaan negatif?

Jawab: karena pada pewarnaan ini yang di cat adalah latar belakangnya bukan pada objeknya (bakterinya)

  1. Sebutkan keuntungan dan kelemahan pewarnaan negative:

Jawab: keuntungannya adalah sel mudah dilihat karena kontras dengan latar belakangnya.

Kerugiannya adalah susah dilakukan karena butuh skill dan pengalaman pada waktu menggeser objek glass kedua terhadap objek glass pertama. Kalau terlalu di tekan maka catnya akan terlalu tipis, jika nggak di tekan catnya akan terlalu tebal dan pada akhirnya sulit untuk mengamati sel bakteri.

Pengalaman ku begito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: