Skip navigation

Prinsip percobaan:

Untuk melihat adanya elemen-elemen (sel-sel, kristal, dan sebagainya) dalam urin maka dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop. Hal ini di kerjakan dengan melakukan pemusingan pada kecepatan tertentu dan waktu tertentu sehingga elemen tersebut terpisah dari larutan supranatanya.

Bahan percobaan: 7-9 ml urin segar atau urin dengan pengawet formalin

Reagen:asam acetat encer

Perlatan:

Ø  Tabung centrifuge

Ø  Pipet tetes

Ø  Botol penampung urin

Ø  Objek glass

Ø  Mikroskop

Ø  centrifuge

Prosedur:

1.    Kocoklah urin secara pelan-pelan

2.    Masukkan urin kedalam tabung centrifuge ¾ penuh

3.    Pusinglah (dicentrifuge) selama 5 menit dengan kecepatan 1500-2000 rpm

4.    Buang supranatanya  denagn membalikkan tabung centrifuge secara cepat dan tanpa getaran

5.    Kocoklah tabung untuk meresuspensikan sedimen

6.    Dengan menggunakn pipet tetes taruhlah 2 tetes sedimen ke atas obyek glass dan tutu dengan dek glass

7.    Turunkan mikroskop atau kecilkan diafragma kemudian periksalah sedimen itu dengan obyektif kecil 10x

8.    Periksalah sedimen itu dengan obyektif besar ( 40x)

9.    Hitung dalam 10 lapangan pandang

Unsur-Unsur sediment dalam urin:

A.   Unsur-unsur anorganik

1.    Sel epitel. Sel ini berinti satu , ukurannya lebih besar dari pada leukosit , bentuknya berbeda menurut aslnya. Sel epitel gepang (squameus) lebih banyak ditemukan dalam urin wanita daripada urin pria dan berasal dari vulva atau uretra bagian distal. Sel epitel squameus mempunyai bentuk yang berbeda-beda , besarnya sering  dua sampai tiga kali leukosit dan biasanya sitoplasmanya biasanya tanpa struktur tertentu. Sel-sel epitel yang berasal dari kandung kencing mempunyai tonjolan dan sering di sebut sel transisional, untuk dapat membedakan sel epitel gepeng dan transisional tidak selalu mudah dan memerlukan pengalaman. Sel yang berasal dari pelvis ginjal dan dari tubulus ginjal lebih bulat dan lebih kecil dari sel squameus.

2.    Leukost

Nampak seperti benda bulat yang biasanya berbutir halus intinya jelas lebih nampak jika dalam sediment di beri asam acetat 10%.

3.    Eritrosit

Dalam urin pekat akan mengkerut , dalam urin encer akan membengkak lalu lisis( pecah) , hampir tidak berwarna , dalam urin lindi ( basa) akan mengecil. Eritrosit terlihat seperti benda bulat tanpa inti.

4.    Silinder .ada berbagai macam bentuk silider yaitu

a.    Silinder hialin. Silinder hialin  yang sisinya paralel dan ujung-ujungnya membulat , homogen/tanpa struktur dan tidak berwarna. Karena ciri-ciri terakhir , silinder hialin sukar nampak

b.    Silinder berbutir. Dari silinder ini di bdakan menjadi 2 macam yaitu dengan butir halus dan butir kasar. Yang berbutir halus mempunyai bentuk seperti silinder hialin, yang berbutir kasar lebih pendek dan tebal

c.    Silinder lilin. Tak beerwarna atau sedikit abu-abu lebih lebar dari silinder hialin mempunyai kilauan seperti permukaan lilin pinggir-pinggir sering tidak rata oleh adanya lekukan – lekkan sedangkan ujungnya sering tersudut

d.    Silinder fibrin

e.    Silinder eritrosit. Pada permukaan silinder ini terlihat eritrosit. Adakalanya eritrosit jarang terlihat , biarpun begitu silinder eritrosit memperlihatkan bekas-bekas eritrosit karena ada warna kemerahan

f.     Silinder leukosit. Silinder yang tersusun dari leukosit atau yang permukaannya di lapisi leukposit.

g.    Silinder lemak. Silinder yang mengandung butir-butir lemak.

5.    Oval fat bodies. Sel epitel yang mengalami degenerasi lemak, bentuknya membulat. Sifat lemak dapat di nyatakan dengan meberikan Sudan III kepada sediment.

6.    Benang silinder. Bentuknya panjang sempit dan berombak-ombak.

7.    Silindroid. Hampir serupa siinder  hialin, tetapi salah satu ujung lambat-lambat menyempit menjadi benang

8.    Spermatozoa

9.    Potongan jaringan

10. Parasit-parasit.(ex:Trichomonas vaginalis)

11. Bakteri

B.   Unsur-unsur anorganik

1.    Bahan  amorf. Uarat-urat dalam urin asam dan fosfat dalam urin lindi.

2.    Kristal-kristal dalam urin:

a.    Dalam urin asam:asam urat, natrium urat, dan jarang seklai calciumsulfat. Kristal asam urat biasanya berwarna kuning.

b.    Dalam urin asam atau yang agak lindi : calcium oxalat dan kadang – kadang asam hipurat.

c.    Dalm uri lindi atau kadang-kadang dalam yang netral:amonium-magnesium fosfat (tripel fosfat) dan jarang –jarang di calcium fosfat

3.    Kristal-kristal yang menunjukkan abnormal: cystine, leucine,colesterol, bilirubin, hematoidin.

4.    Kristal-kristal yang berasal dari suatu macam obat: seperti bermacam-macam sulfonamid

5.    Bahan lemak.

Gambaran sediment pada urin klik di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: